Pulau terpencil yang kerap tak dikunjungi orang


Siapa yang bosan dengan hamparan pasir putih, debur ombak, nyiur pohon kelapa, angin yang bertiup kencang bahkan langit yang biru tak berawan? Tidak ada seorangpun yang bakal melewatkan momen tersebut, bahkan ada yang rela terbakar kulit dan wajahnya hanya sekedar bisa berfoto dan meninggalkan jejak di pantai.
Bosan dengan suasana pantai yang ada di daratan, saya bersama teman-teman mengisi waktu libur menyambangi pulau-pulau yang belum pernah kita datangi. Taman-teman ini tidak pernah kehilangan saat-saat terindah dalam kebersamaan, bersama mereka seperti tidak akan pernah dehidrasi. Pulau yang kami datangi masih di kisaran Teluk Lampung, dimana pulau-pulau di sini memiliki ciri khas pasir pantai yang berbeda dengan pulau lainnya.
Mungkin sebagian orang sudah mendengar pulau Helok/Lok dan pulau Lunik. Kedua pulau yang berdekatan dengan pulau Balak dan Tanjung Putus berada di kabupaten Pesawaran Lampung ini hanya pulau kecil dan bukan pulau berpenghuni.
Pulau Lok
Pulau kecil ini ternyata di jaga oleh keluarga bapak Hanapi dan terkadang di hari sabtu dan minggu ada yang berkunjung ke pulau ini. Tetapi tidak seramai pulau Pahawang dan Tanjung Putus. Pulau yang sepi dan terdapat 2 rumah kayu yang sudah lapuk sebagai tempat tinggal mereka yang di kelilingi pohon-pohon kelapa yang bisa dijadikan sumber penghasilan mereka.
Rumah kayu rapuh yang masih dihuni
Hamparan sempit pasir putih sekedarnya
Panas terik yang menyengat kulit membuat kita hanya sekedar bermain di pinggir pantai dan sesekali berteduh di bawah rindangnya pohon ketapang. Pulau yang tenang, membuat kami ingin mencoba berkemah di pulau iniblain waktu.
Pulau Lunik
Lunik yang artinya kecil, sesuai dengan penamaan pulau ini yang dari dahulu sudah seperti itu pemanggilannya. Dahulu pulau ini pernah direncanakan untuk dibangun sebuah cottage oleh pemiliknya. Tetapi terkena ombak yang besar sehingga tidak dilanjutkan pembangunannya (ini versi cerita sang supir kapal ke saya).
Hampir sama dengan pulau-pulau di sepanjang Teluk Lampung yaitu memiliki gosongan pasir atau pasir timbul walaupun hanya sedikit. Tetapi malah menjadi spot foto yang tidak biasa dan menikmati pasir di pulau itu berbeda dengan pasir di pinggi pantai daratan. Silakan Anda coba sensasinya sendiri.. hehe..
Menikmati gosongan pasir seadanya
Dibalik sesi foto ada tim kreatif yang keceh
"Terkadang kesunyian itu diperlukan oleh tubuh kita untuk sekedar menormalisasi kebisingan dan polusi suara" #triquote .. (*tri)

Visit me www.triephod.wordpress.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Els Coffee Lampung memanjakan penikmat kopi dengan suasana baru buat berkumpul dan bekerja

Ruang Jingga Gelar Kegiatan Kurangi Plastik Lagi di Way Kanan