Magnet pariwisata di Lampung, pulau Pahawang masih menyimpan surganya

Siapa yang tidak mengenal Bali sebagai pulaunya para dewata, Lombok dengan jajaran pulau dan hewan Komodo sebagai icon pulau tersebut. Raja Ampat yang berada di Papua menjadi laris manis oleh wisatawan lokal dan mancanegara serta beberapa tempat wisata alam lainnya yang berada di pulau-pulau di Indonesia. Lampung merupakan pintu gerbang dari pulau sumatera yang konon cerita nenek saya sebagai pulaunya orang-orang pemberani, artinya bahwa banyak para pendatang / transmigrasi dari pulau jawa mau tinggal di daerah yang masih banyak hutan dan tanah tak bertuan. Tapi itu dulu.“Sekarang ?Masih banyak hutannya sih.. hehe.. Bercanda kog ..”
Cepatnya perpindahan teknologi jaringan internet dari perangkat kabel data komputer beralih ke jaringan data yang dikemas apik dalam perangkat smartphone, membuat para konsumen merasa nyaman dan mudah mengakses serta cepat untuk mempublikasi informasi terkini. Kita cukup mengetik tulisan pulau Pahawang di website pencari situs internet, maka muncullah beberapa artikel informasi dari gambar hingga tulisan tentang Pahawang yang berada di Kabupaten Pesawaran ini secara lengkap. Bahkan siapa yang tidak tahu pulau Pahawang itu dimana, kita bisa menghubungi nomor telepon yang tertera di dalam artikel atau iklan dari foto yang diperoleh tersebut.
Salah satu misteri tentang surga yang tersembunyi dari provinsi Lampung ini akhirnya terpecahkan dengan mudah, karena era sosial media yang sangat cepat dan sangat membantu para peminat jalan-jalan keliling Indonesia. Dan hingga saat ini, wisatawan yang ke pulau Pahawang di setiap minggunya tetap ramai dan masyarakat dermaga Ketapang sebagai titik kumpul mulai berbenah diri untuk siap melayani para tamu yang ingin menyebrang ke pulau Pahawang dan sekitarnya.
Ada apa sih di pulau Pahawang ini?
Sebagai putra kelahiran Lampung, saya baru mendengar keberadaan pulau Pahawang ini di tahun 2009 dan itu juga karena seorang sahabat yang ditempatkan di pulau itu untuk sebuah pekerjaan. Belum ada usaha saya untuk mencoba ke pulau itu, dikarenakan minim informasi dan masih jarang sekali ada orang yang mau kesana. Pada tahun 2011 tersiar kabar bahwa ada pemandangan yang indah di sekitar pulau Pahawang Kecil yaitu gosongan pasir timbul beberapa pantai di Pahawang Besar, Tanjung Putus, Pulau Balak dan pulau Kelagian. Penasaran saya terpenuhi dapat melihat dan menikmati pulau Pahawang kecil ini, walaupun sekedar berfoto dan berenang di sekitar pulau yang memang tidak berpenduduk dan biaya sewa kapal speed boat yang lumayan mahal.
Pahawang Besar yang merupakan pulau berpenghuni dahulunya terkenal sebagai pulaunya para nelayan yang bersinggah untuk istirahat dan belum memiliki ketertarikan akan pariwisata. Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah nelayan, sehingga tidak terlalu banyak aktifitas di pulau ini. Namun akan terlihat ramai pada saat mereka kedatangan pengunjung yang ingin menginap semalam di pulau Pahawang ini. Kondisi alam Pahawang Besar tidak sebagus pulau Pahawang Kecil yang memiliki hamparan pasir pantai lebar dan panjang. Pahawang Besar sebagian besar di kelilingi oleh rimbunnya hutan bakau yang memang sengaja dipertahankan untuk mencegah ombak yang tiba-tiba besar. Tetapi kedua pulau ini menyimpan rahasia pesona cantiknya berada di bawah air laut yang cukup tenang dan di air yang dangkal yaitu ekosistem terumbu karang yang masih alami dan beberapa jenis ikan Nemo/Badut (clown fish) yang sekarang cukup fenomenal.
Pada tahun 2012 para penghobi olahraga air dari sekedar snorkeling, freediving dan diving mulai berdatangan untuk membuka rahasia keindahan dari pesona bawah laut khas pulau Pahawang ini, karena di tahun ini olahraga air mulai berkembang dan ramai di pulau Tegal (pantai Sari Ringgung). Pulau Tegal masih berada di wilayah Kabupaten Pesawaran yang lokasinya tidak jauh dari pulau Pahawang, bahkan kita juga bisa ke Pahawang dari pantai Sari Ringgung ini. Dari merekalah sedikit demi sedikit informasi tentang pesona terumbu karang alami dan berbagai jenis ikan di perairan pulau Pahawang mulai terlihat jelas.
6
foto pribadi saat mengajak teman belajar snorkeling di Pahawang
Menjadi spot snorkeling terpadat
Kesempatan itu tidak datang kedua kali. Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa warga di dermaga Ketapang dan pulau Pahawang untuk coba mencari peruntungan rejeki dengan membuat Taman Laut Pahawang buatan. Hal ini di lakukan untuk menarik perhatian wisatawan mau berenang, berfoto dan menyebarkan informasi wisata ke masyarakat luas untuk mengunjungi pulau Pahawang.
Hingga saat ini spot snorkeling yang dikelola warga sekitar pulau Pahawang jumlahnya ada 7 spot snorkeling dan diberi nama yaitu spot Cukuh Bedil, Pagentahan, Gosong Pancong, Cukuh Nyai, Taman Nemo, Jelarangan dan Pahawang kecil tentunya. Di hari libur biasa saja kapal yang berhenti di tersebut berjumlah kisaran 5-7 kapal di setiap spotnya, apalagi di waktu libur panjang (3 hari) wisatawan yang datang melebihi kapasitas jumlah kapal yang tersedia di dermaga Ketapang.
Spot snorkeling atau taman laut buatan dirawat dan dijaga oleh penduduk dan dibiayai oleh para pengunjung yang singgah di spot tersebut. Di setiap spot snorkeling sekarang ini memiliki penanda dalam bentuk tulisan Taman Laut Pahawang dengan bentuk-bentuk yang unik dan pengunjung bisa foto didalam air dengan sedikit usaha menyelam di kedalaman 1,5-2,5 meter dari permukaan air. Dan seiring waktu dan padatnya para pengunjung yang tidak sadar menginjak terumbu karang dan tidak sengaja mematahkan terumbu karang yang lunak, beberapa spot snorkeling sudah tidak cantik lagi, banyak terumbu karang yang patah, tidak berwarna, berpasir dan air mulai keruh. Tidak sejernih dulu.
4
foto pribadi taman laut buatan spot snorkeling Cukuh Bedil
Masih penasaran dengan ikan nemo / badut (clown fish)
Pengelola spot snorkeling selalu melakukan perawatan dan belum ada niat untuk membuka spot baru yang lebih bagus, mencari air yang lebih bening apalagi terumbu karang yang lebih bagus dari sebelumnya. Hal ini mereka lakukan agar terumbu karang yang masih alami tetap tersimpan dan terjaga dengan baik serta menjadi spot khusus bagi mereka yang sudah mahir bersnorkeling, para profesional penyelam dan para penggiat konservasi terumbu karang.
Jumlah koloni berbagai jenis ikan karang, clown fish dan terumbu karang alami di pulau Pahawang ini ternyata masih banyak sekali. Tetapi sekali lagi hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah profesional dalam menyelami air laut di sekitar pulau Pahawang ini. Saat ini pengunjung spot snorkeling hanya bisa menikmati pesona koloni anemon (rumah clown fish) dan taman laut buatan dari atas permukaan air dengan menggunakan jaket pelampung dan hanya mampu menyelam di kedalaman 2 meter saja.
Saran saya, berlatihlah menyelam lebih dalam, kembalilah lagi ke pulau Pahawang ini dan jangan lupa untuk menggunakan guide lokal ataupun intrusktur selam yang ada di dermaga Ketapang. Sedikit rahasia kecil yang saya mau ungkapkan adalah berenanglah kalian di luar area spot snorkeling dan menyelamlah lebih dalam, karena koloni anemon ini berada tidak jauh dari spot snorkeling dan berada 3-5 meter dibawah permukaan air laut. Kalian bisa menemukan terumbu karang yang masih alami khas pulau Pahawang, ikan karang yang cukup besar dan koloni anemon dan ikan nemo dari yang berdiameter kecil hingga yang lebar dan jika beruntung kalian bisa bertemu dengan penyu.
2
ikan nemo yang bersembunyi di balik anemon
Pahawang surga yang tersembunyi
Perlu kita sadari bahwa pertumbuhan terumbu karang itu tidak cepat, mereka butuh setahun untuk bisa tumbuh 1-7 centimeter (tergantung dengan jenis karang) daan di perairan tenang dengan suhu optimum 26-28° dengan toleransi 17-34° seperti pulau Pahawang ini. Sekarang terumbu karang hidup dan ekosistem laut dari ratusan tahun yang silam dengan sekejap saja terumbu karang itu patah, terinjak dan rusak oleh ketidaktahuan pengunjung.

Bukan sekedar isapan jempol, taman laut alami dari pulau Pahawang sangat banyak dan belum tersentuh oleh rencana pengembangan potensi wisata air ataupun menjadi spot snorkeling baru. Sebagian surga yang tersembunyi dari Pahawang memang sudah terungkap dan sekarang jadi rusak, tetapi itu baru sebagian kecilnya saja. Bahkan kenalan saya berasal dari Jakarta yang katanya sudah bisa diving dan pernah keliling pulau-pulau di Indonesia yang memiliki terumbu karang lebih bagus saja masih bilang kalau “Pahawang Is The Best”“Pulau Pahawang surganya taman laut alami jenis ikannya, terumbu karang masih ada yang bagus dan yakinlah, surga yang tersembunyi dari Pahawang masih ada”.
Begitulah singkat cerita saya tentang pulau Pahawang yang sedang fenomenal dan berharap cukup spot snorkeling itu saja yang dibenahi tanpa merusak taman laut alami dan terumbu karang yang lainnya. Kesadaran masyarakat akan pelestarian alam dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggungjawab kita bersama sebagai makhluk hidup yang mencintai ciptaan Sang Pemilik Alam Semesta ALLAH SWT.
Bonus foto #lombablogpesawaran2016
3
festivalpahawang2016
baca juga : https://triephod.wordpress.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Sajian Bancakan dan daun pisang yang kini sedang naik ke meja silaturahmi

Makanan kekinian Lampung ala Sate Taichan Mantuuul