[Ruang Jingga goes to Tulang Bawang Barat] bagian 5 - Akhir cerita gelaran untuk dikenang

Aktifitas pagi ini 04.30 wib di salah satu rumah warga desa sudah terdengar dan nampak beberapa relawan mulai bersiap-siap. Kami menginap di rumah warga yang cukup nyaman, lapang dan sedikit merepotkan pemilik rumah hingga menyediakan minuman teh manis dan kopi, sehingga tadi malam kami masih bisa sedikit membahas persiapan hari ini. SDN 4 Gunung Terang merupakan kunjungan terakhir dan gelaran terlengkap Ruang Jingga, karena memiliki durasi waktu yang ideal untuk gelaran kami.
Sekali lagi kami disambut oleh nyanyian dan tepuk semangat adik-adik dan diujung penyambutan disuguhi oleh Tari Bedana dari kakak-kakak SMP yang ingin memeriahkan kegiatan gelaran kami. Tim Pengajar Cerdas sengaja mempersiapkan ini sekedar untuk menyemangati kami para relawan yang sudah menempuh perjalanan jauh dan wujud sebuah penghargaan atas kepedulian terhadap pendidikan di pelosok-pelosok desa. Tidak mau kalah meriah, relawan mengajak semua adik-adik, Tim Pengajar Cerdas dan para guru untuk senam bersama diiringi lagu Gummy Bear. Senam ini hanya gerakan untuk anak-anak yang sangat mudah untuk dilakukan dan mudah untuk dihapalkan serta iringan musik yang riang dan lucu.
Dengan waktu yang cukup nyaman untuk standar gelaran #1000tumblers4lpg, dari mulai Ice breaking, puppet show dan kelas inspirasi profesi kita lakukan dengan santai dan berbobot serta setiap anak kami berikan pertanyaan unik untuk bisa mendapatkan tumbler secara gratis. 
Gelaran ke 10 kali ini Ruang Jingga membawa 4 (empat) orang inspirator yaitu Andreas (Chef), drg. Gemma, Antin (Penerjemah) dan Wana (Dosen Geodesi). Mengenal dan menjelaskan profesi orang dewasa yang berkaitan dengan memiliki cita-cita yang tinggi dianggap perlu bagi Ruang Jingga untuk menambah wawasan adik-adik tentang bentuk cita-cita dan menginspirasi mereka untuk tetap semangat belajar. 
Pengajar Cerdas sebagai pengajar muda yang memiliki metode belajar berbeda dan menjadi motivator di sekolah rasanya kepedulian masyarakat tentang pendidikan di daerah pelosok akan membaik. 
Menyelesaikan gelaran ke 10 Goes to Tulang Bawang Barat, menambah catatan penting bagi seluruh relawan yang ikut dan meningkatkan semangat bagi kita semua untuk terus peduli kepada pendidikan dan kesehatan anak-anak sekolah dasar. Karena mereka adalah generasi muda penerus bangsa yang berhak memiliki hak dan mutu pendidikan sama dengan daerah perkotaan. 
Selama 2 hari para relawan terus bersama hingga gelaran usai, membawa pulang banyak cerita unik, lucu dan penuh emosional berbaur menjadi satu menambah erat tali silaturahmi relawan yang telah terjalin sejak 16 bulan yang lalu. Dan menjadi bahan introspeksi diri untuk perubahan yang lebih baik serta menjadi akhir cerita yang indah untuk dikenang.  “Kita bisa saja membayar orang untuk mengajar, tapi kita tidak bisa membayar orang untuk kepedulian (Marva Collins)”, semoga kita tetap terus menjadi manusia peduli.
       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Els Coffee Lampung memanjakan penikmat kopi dengan suasana baru buat berkumpul dan bekerja

Ruang Jingga Gelar Kegiatan Kurangi Plastik Lagi di Way Kanan