[Ruang Jingga goes to Tulang Bawang Barat] bagian 1 - Kita bisa saja membayar orang mengajar, tapi tidak bisa membayar orang untuk kepedulian

Mengajar dengan bentuk aktivitas dan berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran di lingkup sekolah atau kelembagaan pendidikan sudah merupakan kewajiban seorang pengajar ataupun pendidik. Dan dengan mengajar pula , seseorang dibayar atas hasil kerja keras dan pencapaian target dalam suatu sistem ataupun kurikulum di lingkup dunia pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas dari proses pembelajaran sekolah di tingkat dasar, saat ini Pemerintah mengadakan gerakan Indonesia Mengajar. Dimana para Pengajar Muda mengajak semua pihak untuk mengambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan, membangun jejaring pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman akar rumput dan melakukan gerakan sosial pendidikan di Indonesia. 
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung sudah melaksanakan 2 angkatan dalam gerakan Indonesia Mengajar di tingkat kabupaten dengan nama Pengajar Cerdas.  Tidak tanggung-tanggung, desa  yang dipilih untuk penempatan mereka berada di pelosok, perbatasan dan merupakan daerah yang jarang tersentuh oleh rencana peningkatan kawasan. Akses menuju lokasi desa terbilang jauh dengan infrastruktur jalan yang sedang dalam peningkatan, ada akses jalan namun belum bisa dibilang layak. Jauhnya desa penempatan merupakan usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan kualitas pendidikan yang akan merubah tingkat sosial serta kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. 


12 orang Pengajar Cerdas untuk kabupaten Tulang Bawang Barat

Memiliki Persamaan

Di Bandar Lampung telah berdiri komunitas baru dan sering melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan non formal serta kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sekolah dasar. Kegiatan yang di dasari atas fakta bahwa masih ada anak sekolah yang menggunakan plastik gula sebagai pembungkus air minum dan sebagian besar lainnya menggunakan botol bekas air mineral kemasan. Perlu diketahui bahwa penggunaan botol bekas tersebut tidak aman dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Dan pentingnya memahami logo plastik yang ada dalam kemasan merupakan cara untuk tahu tentang bahan plastik yang aman untuk digunakan berulang kali ataupun dapat didaur ulang kembali. 
Perlunya penyampaian tentang fakta plastik dan manfaat menggunakan tumbler (botol minum) yang sehat dan aman, komunitas ini mengemas gelaran yang berjudul Gerakan #1000tumblers4lpg ini dalam bentuk kelas inspirasi dan profesi. Komunitas RUANG JINGGA namanya. 
Beranggotakan 35 relawan yang memiliki latar belakang profesi berbeda-beda dan sebagian juga merupakan pengajar di beberapa tingkat pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, SD, lembaga pendidikan non formal dan perguruan tinggi. 
Memiliki kesamaan konsep mengajar dengan Pengajar Cerdas yaitu ikut merubah tingkat sosial serta kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, Ruang Jingga mengajak anak-anak sekolah dasar untuk lebih perduli menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Menunjukkan profesi orang dewasa yang sebagian besar merupakan cita-cita sejak dini serta memberikan insprirasi ke anak-anak untuk tetap semangat belajar demi masa depan yang lebih baik. 
Tidak cukup di kelas inspirasi saja, komunitas ini mengumpulkan donasi dalam bentuk tumbler (botol minum) aman dan sehat yang diberikan secara gratis kepada anak-anak dan juga sebagian bantuan berupa alat pembelajaran kepada pihak sekolah. Inilah bentuk kepedulian para relawan Ruang Jingga terhadap pendidikan di tingkat sekolah dasar dan kesehatan anak-anak usia dini.

Sebagai makhluk yang peduli
Mengutip kalimat dari seorang sahabat bahwa “Kita bisa saja membayar orang untuk mengajar, tapi kita tidak bisa membayar orang untuk kepedulian (Marva Collins)”. Hal ini yang terlihat dari upaya  komunitas Ruang Jingga untuk selalu peduli dan dimulai dari hal yang sangat mudah orang dewasa lupakan. Peduli terhadap kesehatan anak-anak berawal dari kebutuhan air minum mereka dan mengajak mereka memahami tentang bahaya sampah plastik serta tetap menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih dan sehat. 
Kampanye dan sosialisasi yang terbungkus rapi dalam balutan sehari berbagi dan menginspirasi ini mengajak masyarakat Lampung khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk sama-sama kurangi plastik dan diet plastik sekarang juga. Memahami jenis plastik yang aman untuk digunakan, menggunakan plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang untuk menghasilkan produk baru. 
bersambung..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Sajian Bancakan dan daun pisang yang kini sedang naik ke meja silaturahmi

Makanan kekinian Lampung ala Sate Taichan Mantuuul