[Ruang Jingga goes to Tulang Bawang Barat] bagian 4 - Melanjutkan perjuangan penuh semangat dan cerita yang baru 

Sinar matahari makin terik dan panas dari bumi mulai terasa hangat membakar wajah, tetapi semangat lain dari SDN 1 Gunung Terang tidak kalah hebat dari sekolah sebelumnya. Mereka yang tadi pagi sudah belajar seperti biasa dan siang ini tetap datang kembali dengan semangat untuk ikut dalam gelaran dan kelas inspirasi. Para relawanpun membalas dengan sangat antusias dan menyampaikan materi tentang fakta sampah plastik, mengenal logo pada plastik dan upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat dalam bentuk cerita anak “puppet show”. Sebelum sesi terakhir pembagian tumbler, para relawan mengenalkan sejak dini profesi orang dewasa  dan memberikan inspirasi ke adik-adik untuk tetap memiliki cita-cita yang tinggi dan tetap semangat belajar.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 wib yang menandakan telah usai gelaran di sekolah kedua dan rombongan harus berpindah desa berikutnya untuk persiapan gelaran di sekolah ketiga esok hari. Melintasi perkebunan karen dan kebun singkong, bis berjalan lambat dikarenakan sepanjang jalan tersebut hanya ada jalan berlubang dan berbatu. Sesekali kami melintasi jalan beraspal yang sudah terkelupas dan pada puncaknya seluruh penumpang dipaksa turun bukan karena ada begal atau preman, melainkan bis yang tak sanggup untuk berjalan menanjak dengan kondisi jalan berlubang sangat besar.

Akhirnya 1,5 jam kami sudahi perjalanan penuh gelombang itu setelah tiba di desa Terang Mulya yang merupakan pemekaran dari Desa Gunung Terang dan juga sebagai desa terujung dari kecamatan Gunung Terang berbatasan dengan kabupaten Way Kanan. Desa dengan suku pribumi Lampung sebanyak  80% dan sisanya merupakan pendatang ini, bertani dan berkebun merupakan pekerjaan utama masyarakat. Dulu desa ini disebut sebagai desa kantong yang artinya dimiliki oleh 2 desa dan sangat jarang sekali ada orang luar ataupun dari Pemda yang datang kemari, dikarenakan cerita lampau yang menjadikan desa ini terkenal dengan nilai negatifnya. Tetapi keadaan sudah berubah, masyarakat mulai sadar dan memahami untuk melakukan perubahan hidup yang lebih  baik dan bernilai positif.
Bersambung
Tetap ceria walau badan sudah berasa campur aduk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Els Coffee Lampung memanjakan penikmat kopi dengan suasana baru buat berkumpul dan bekerja

Ruang Jingga Gelar Kegiatan Kurangi Plastik Lagi di Way Kanan