Sajian Bancakan dan daun pisang yang kini sedang naik ke meja silaturahmi

Bancakan yang berasal Jawa Barat adalah istilah untuk acara makan bersama dengan hidangan makanan yang tersusun rapi diatas nampan yang lebar dan duduk dilantai beralaskan tikar. Bancakan biasanya ada di kampung-kampung untuk acara keluarga, syukuran/selamatan, khitanan, kegiatan gotong royong dan biasanya dilaksanakan setelah acara doa bersama. Makan secara bersama-sama tanpa ada rasa malu ataupun jijik, karena secara lahiriah manusia diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sama dan tanpa perbedaan. 
 
Sebelum istilah bancakan ini muncul, kegiatan makan secara bersama-sama sebenarnya sudah saya lakukan sejak 10 tahun yang lalu, pada saat kegiatan berkemah bersama adik-adik ekstrakurikuler di SMP dan para alumninya. Dengan menu masakan yang sederhana tetapi komplit 4 sehat 5 sempurna, alas makan kita menggunakan wadah nampan seng yang besar atau tampah plastik besar, lalu kami makan secara bersamaan membuat lingkaran yang dibagi menjadi 2-3 kelompok. Keakraban yang muncul tanpa ada kesenjangan dan perbedaan usia menjadikan kami keluarga kecil yang penuh kepedulian dan akan selalu mengenang serta menjadikan budaya silaturahmi yang erat.


Era bersilaturahmi zaman sekarang makin beragam. Bancakan yang awalnya hanya ada di rumahan, kini sudah merambah ke acara resmi kantor dan masuk kedalam rumah makan, café & resto hingga Hotel berbintang. Penyajiannya tidak selalu dalam posisi duduk di lantai dan beralaskan tikar, tetapi bisa diatas meja makan dan tetap menggunakan alas daun pisang sebagai alas makanan.

Setelah beberapa waktu yang lalu saya membahas tentang “naiknya derajat buah pisang pada kue atau cake”, kini giliran daun pisang yang akan naik derajatnya. Karena daun pisang yang biasa kita temui hanya dipembungkus kue tradisional, sebagai potongan alas diatas piring, garnis atau hiasan makanan, pelapis pembungkus pecel atau nasi bungkus, kini daun pisang menjadi alas utama untuk sajian makanan ala Bancakan. Ukuran daun yang utuh dan lebar disusun berlapis untuk meletakkan semua hidangan dan sekaligus sebagai alas makan kita bersama-sama. Daun pisang bila digunakan sebagai alas atau pembungkus makanan punya sensasi rasa aroma masakan menjadi lebih gurih dan nikmat, apalagi jika daun pisang bertemu dengan masakan yang masih panas.


Jika kita mau Bancakan di café & resto, pemilik resto akan menyusun meja dan kursi yang panjang, lalu masakan akan diletakkan diatas daun dan langsung diatas meja tersebut.  Para tamu yang akan makan menempati kursi secara berhadapan dan mereka akan makan secara bersamaan dengan menggunakan tangan berdasarkan sajian makanan yang ada didepan meja. Tetapi apabila terdapat menu makanannya yang tidak pas atau kurang, kita diperbolehkan mengambil secara acak jenis makanan yang ada disebelah kita atau yang disajikan sepanjang meja.

Jenis makanan untuk bancakan biasanya menu makanan rumahan yang sederhana dan sangat mudah dimakan dengan menggunakan tangan, serta menghindari jenis sayuran yang berkuah. Salah satu café yang menyediakan menu makanan ala bancakan bisa kita pesan di PAPATOMS CAFÉ alamatnya  jl. Ki. Maja H11, Way Halim Bandar Lampung. Ada menu Bancakan Nasi Liwet paket hemat hanya dengan Rp. 25.000,-/orang dengan minimal pesanan 5 orang atau paket lengkap dengan Rp. 38.000,-/orang minimal 10 orang.

Kita bisa memesan pilihan menu bancakan antara lain Nasi Liwet, Sayur Urap, Lalapan, Sambel Hijau, Sambel terasi, Ayam Bakar, Ikan Goreng, Udang goreng Tepung, Telur Balado, Sambal Kentang dan Sambel ikan teri. Menu dan porsi makanan bisa disesuaikan dengan selera dan kemampuan makan kita, karena bancakan biasanya dihidangkan dengan porsi yang besar agar selera makan kita tinggi dan lebih bersemangat.


PAPATOMS CAFÉ juga sedang mencoba resep baru yaitu Bancakan Mie dan Sate Barbeque. Penyajian yang mirip dengan bancakan, terdapat Mie Telur Goreng, Mie Kwetiaw Goreng dan Sate Barbeque Seafood. Bancakan mie dirancang untuk para pengunjung yang ingin makan ringan atau sebagai pengganti makanan berjenis nasi dan sayuran. Disarankan bagi para pengunjung yang ingin menikmati sajian bancakan untuk memesan makanan tidak dadakan atau sehari sebelumnya, karena sajian ala bancakan memang untuk pesanan khusus. Café dengan konsep modern dan bergaya anak muda ini menyajikan menu makanan dan minuman ringan di setiap harinya yang buka dari jam 10.00 – 21.30 wib.

Dengan masuknya bulan puasa Ramadhan ini, PAPATOMS CAFÉ bukanya mulai sore ya, untuk menghormati kaum muslim yang sedang beribadah puasa. Dan jangan lupa untuk menikmati menu makanan yang hanya ada di bulan puasa ini, seperti Es Buah, Salad Buah, Es Campur dan Roti panggang dengan toping ice cream yang berbeda-beda, ada vanila keju, coklat dan green tea. Untuk lebih jelasnya follow saja akun Instagramnya @papatomscafe bisa order via whatsapp di 085783727042. 

https://www.instagram.com/p/BUkeqs0A1Xd/

       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Makanan kekinian Lampung ala Sate Taichan Mantuuul