Eliminasi Hepatitis bersama blogger Lampung

Sudah sehatkah Anda hari ini? 
Kapan terakhir periksa kesehatan Anda?
Seberapa pahamkah kita dengan gejala-gejala penyakit?

Pertanyaan itu terbesit dalam kepala kita bila kondisi tubuh sedang tidak fit dan seperti terlambat untuk mencegahnya. Kesehatan tubuh sebagai modal besar kita dalam menjalankan aktifitas kehidupan sangat penting. Tidak cukup hanya mengenali kondisi tubuh bila sekedar sehat atau mampu menangani badan yang sakit tanpa obat. Perlu diketahui, salah satu penyakit yang tidak mengalami gejala khusus yaitu Hepatitis, karena yang dirasakan penderita mirip "masuk angin" dan ada yang tanpa diawali proses demam. Bahkan dalam kondisi sehatpun secara tiba-tiba kondisi tubuh jatuh seketika tanpa gejala.



Hari Minggu tanggal 30 Juli 2017 KemenKes RI mengadakan rangkaian kegiatan Hari Hepatitis sedunia yang ke 8 bertajuk Temu Blogger bertempat di Asoka Luxury Hotel Bandar Lampung. Dengan tema "Eliminasi Hepatitis menuju Keluarga Sehat, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa". Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan mengajak para blogger memberikan informasi dan sosialisasi tentang pengetahuan serta pencegahan terhadap virus Hepatitis di Indonesia, khususnya provinsi Lampung.


Pemberitaan dan gencarnya melawan virus HIV AIDS di Indonesia ternyata lebih terkenal daripada upaya pencegahan virus Hepatitis. Masyarakat sudah banyak mengenal dengan tipe Hepatitis yaitu Hepatitis A / akut yang beberapa kasus penderitanya akan sembuh dan jarang sekali terkena lagi atau hingga ada perubahan status penyakit menjadi lebih parah. Hepatitis B , C dan D adalah jenis hepatitis yang menular dan tidak bisa disembuhkan, tetapi penderita bisa dibantu mengurangi sakitnya dengan obat yang mahal sekali. Bisa mencapai Rp. 500.000,00 / pil. Sangat disarankan untuk pemeriksaan laboratorium yang secara rutin untuk mengetahui penanganan yang paling tepat.

Kini telah ditemukan jenis hepatitis baru diberi nama Hepatitis E, yang memiliki gejala tidak berbeda dengan Hepatitis A. Perlu diketahui, bahwa jenis Hepatitis bukan berarti akan terjadi penaikan level/status hepatitisnya, tetapi jenis virus yang masuk ke tubuh penderita berbeda-beda. Penanganan penderita hepatitis A dan B akan berberbeda dengan penanganan penderita hepatitis C dan D. Pemberian vaksin kepada bayi, balita dan ibu-ibu hamil sangat disarankan berlaku untuk antisipasi pencegahan terjadinya penularan virus. Menjaga lingkungan serta pola hidup bersih dan sehat pun belum cukup, perlu adanya memeriksa kesehatan dengan cek darah di laboratorium kesehatan. Penderita Hepatitis B, C dan D akan meninggal dengan rata-rata kasus terjadi kerusakan pada hati (liver) dan penularan hepatitis jenis ini mirip dengan penyebaran virus HIV.


Stigma masyarakat tentang hepatitis berdampak pada segi psikolog penderita, bahkan di beberapa kasus penderita hepatitis tidak mau melangsungkan perkawinan dengan pasangannya. Penderita mengetahui penyakit tersebut menular dan berusaha dengan tidak mau menularkannya. Pengetahuan dan informasi kesehatan kepada masyarakat seharusnya menjadi tugas kita bersama. Mengetahui jenis hepatitis dan upaya pencegahan dan kesembuhan tidak cukup dengan mencari dan membacanya di situs jaringan internet. Masyarakat harus mulai memeriksakan diri dan keluarganya ke laboratorium kesehatan secara rutin 1kali setiap 6 bulan. Dan juga memperbaiki pola hidup bersih dan sehat serta berolahraga rutin untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh lebih baik lagi.

#EliminasiHepatitis
#KeluargaSehat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JANGAN DITIRU] Babymoon Yang Tidak Biasa, Blusukan ke SUOH ~ part 01

Sajian Bancakan dan daun pisang yang kini sedang naik ke meja silaturahmi

Makanan kekinian Lampung ala Sate Taichan Mantuuul